0
Thumbs Up
Thumbs Down

Anak Pejabat ini Lagi Kuliah di Spanyol, Ungkap Cerita Denda Rp3,5 Juta bagi Warga

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 27 Mar 2020 22:00
Dilihat: 28
Jakarta

Pemerintah Spanyol menerapkan sanksi yang cukup tegas, berupa denda minimal 200 euro atau sekira Rp3,5 juta. Sanksi ini berlaku bagi siapa saja yang keluar rumah di masa kebijakan lockdown untuk mencegah penularan Corona Covid-19.

Hal itu disampaikan Devita Pradinda, anak Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna. Devita adalah satu dari sejumlah mahasiswi asal Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di Conservatorio Profesional de Msica de Las Palmas, de Gran Canaria, Spanyol.

Baca Juga: Perdana Menteri Inggris Positif Corona

Meski aturannya cukup ketat, namun Devita mengaku sangat bersyukur karena mendapat perhatian dari pemerintah setempat dan pihak kedutaan Indonesia.

"Alhamdulillah dari embassy sangat perhatian, kami setiap hari di hubungi via telepon. Logistik juga terjamin, kan dianterin," katanya melalui sambungan telepon pada Jumat 27 April 2020

Devita mengatakan, jika ada yang tertangkap ke luar rumah tanpa alasan yang jelas maka sanksi denda itu diterapkan.

"Di sini (Spanyol) pada nurut, pada di rumah. Orang-orang di sini juga pada bagus (berbagi)," katanya

Sama seperti perkuliahan di Indonesia, pelajaran pun diubah menjadi sistem online.

"Tapi, yang enggak bagus di sini tuh, sebenarnya kan Corona kan dua Minggu masa inkubasinya dirumah buat menjaga diri. Nah, tugas sekolahnya tapi malah kebanyakan," ucapnya

Devita menjelaskan, kondisi saat ini relatif stabil, namun memang ada aturan-aturan yang cukup ketat.

"Jadi, foto-foto di media itu orang keluar ke supermarket bukan karena penuh, tapi karena supermarket setiap masuk cuma boleh lima orang. Jadi, yang di luar pada nungguin, dikasih jarak. Di sini boleh keluar cuma ke supermarket dan ke apotek," jelasnya

Lebih lanjut, mahasiswi yang sedang menggeluti seni musik klasik ini mengatakan, karena jumlah korban akibat Corona cukup tinggi, maka Pemerintah Spanyol pun sedang mensiasati penanganan medis.

"Permasalahannya itu karena bukan tenaga medisnya, tapi karena angkanya melonjak. Jadi hospitalnya (rumah sakit) banyak yang enggak memadai, karena jumlah pasien dan rumah sakit-nya tidak sebanding. Itu masalah mengkhawatirkannya, makanya kita dipaksa lockdown."

Ia menambahkan, tiap jam 19:00 dan 20:00 malam waktu setempat, ada tradisi applause (tepuk tangan) sebagai tanda hormat untuk para medis.

Devita mengaku, di penginapannya ini ia tak sendiri. Ia bersama sekira 30 orang mahasiswa asal WNI yang juga sedang mengenyam pendidikan di Spanyol

Penulis: Abdul Halim Trian Fikri

Editor: Ferry Hidayat


Foto: Reuters/Yves Herman

Sumber: wartaekonomi

Anak Pejabat ini Lagi Kuliah di Spanyol, Ungkap Cerita Denda Rp3,5 Juta bagi Warga

Anak Pejabat ini Lagi Kuliah di Spanyol, Ungkap Cerita Denda Rp3,5 Juta bagi Warga

Anak Pejabat ini Lagi Kuliah di Spanyol, Ungkap Cerita Denda Rp3,5 Juta bagi Warga

Anak Pejabat ini Lagi Kuliah di Spanyol, Ungkap Cerita Denda Rp3,5 Juta bagi Warga

Anak Pejabat ini Lagi Kuliah di Spanyol, Ungkap Cerita Denda Rp3,5 Juta bagi Warga

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya