0
Thumbs Up
Thumbs Down

Amerika Serikat Kecewa Erdogan Alihkan Status Hagia Sophia

Republika Online
Republika Online - Sat, 11 Jul 2020 21:42
Dilihat: 215
Amerika Serikat Kecewa Erdogan Alihkan Status Hagia Sophia

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengubah kembali bangunan Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid.

Melalui pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, pada Jumat (10/7), dilansir di RT World News, AS menyatakan kecewa dan sekaligus berharap rencana Turki untuk tetap membiarkan Hagia Sophia dapat diakses tanpa hambatan bagi semua kalangan dapat terwujud nantinya.

Sebelum adanya dekrit dari Erdogan terkait status bangunan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa pengubahan itu akan mengancam kemampuan Hagia Sophia untuk melayani umat manusia.

Saat menjadi museum, Hagia Sophia dipandang sebagai jembatan yang sangat dibutuhkan antara mereka yang berbeda dari budaya dan tradisi agama.

Setelah mengeluarkan dekrit mengubah Situs Warisan Dunia UNESCO itu ke direktorat agama, kemarin Jumat Erdogan mengumumkan bahwa adzan akan mulai berkumandang lagi dari bangunan abad keenam itu pada 24 Juli 2020 mendatang.

Meskipun akan difungsikan ulang sebagai masjid, namun Erdogan berjanji akan mengizinkan semua orang dari berbagai kalangan agama untuk mengunjungi situs ikonik tersebut.

Sebelumnya, rencana mengubah Hagia Sophia menjadi masjid telah menuai banyak kritikan. Sejumlah negara termasuk Yunani, Prancis, Siprus, dan Uni Eropa, mengkritik dan menyesalkan langkah Erdogan tersebut.

Sementara itu, UNESCO menyesalkan fakta bahwa Erdogan tidak berkonsultasi dengan lembaga PBB ini sebelumnya. Sedangkan Patriark Kirill dari Gereja Ortodoks Rusia juga menyebut keputusan itu ancaman bagi seluruh peradaban Kristen.

Hagia Sophia dibangun Kaisar Bizantium Justinianus pada 537. Hagia Sophia berpindah tangan antara agama Ortodoks dan Katolik.

Hingga kemudian, penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada 1453, mengubah bangunan tersebut menjadi masjid. Namun, Hagia Sophia kemudian dialihfungsikan sebagai museum oleh pemerintah sekuler Turki pada 1934.


Berita Terkait
  • Analisis: Konversi Hagia Sophia Naikkan Popularitas Erdogan?
  • AS Keluarkan Pernyataan Soal Hagia Sophia Jadi Masjid
  • Hakim Putuskan Hagia Sophia Jadi Masjid, Ini Dasar Hukumnya
Berita Lainnya
  • Ombudsman: Jangan Sampai Siswa Putus Sekolah Akibat PPDB
  • Dua Tenaga Medis Aceh Positif Covid-19

Amerika Serikat Kecewa Erdogan Alihkan Status Hagia Sophia

Amerika Serikat Kecewa Erdogan Alihkan Status Hagia Sophia

Amerika Serikat Kecewa Erdogan Alihkan Status Hagia Sophia

Amerika Serikat Kecewa Erdogan Alihkan Status Hagia Sophia

Amerika Serikat Kecewa Erdogan Alihkan Status Hagia Sophia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya