0
Thumbs Up
Thumbs Down

Amalan yang Sedikit tapi Mendulang Pahala Banyak

inilahcom
inilahcom - Sun, 13 Oct 2019 12:00
Dilihat: 26
Amalan yang Sedikit tapi Mendulang Pahala Banyak

"AMALANNYA semakin sulit dan banyak, semakin besar pahala." Kaedah fikih di atas sangat bermanfaat bagi yang ingin mengetahui keutamaan amalan yang satu dibanding lainnya. Dalam kaedah yang dibawakan oleh As-Suyuthi dalam Al-Asybah wa An-Nazhair (hlm. 320) disebutkan, "Amalan yang lebih banyak pengorbanan, lebih banyak keutamaan."

Imam Az-Zarkasi berkata dalam Al-Mantsur, "Amalan yang semakin banyak dan sulit, lebih afdhal daripada amalan yang tidak seperti itu." Dasar kaedah di atas disimpulkan dari hadits 'Aisyah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Akan tetapi, pahalanya tergantung pada usaha yang dikorbankan." (HR. Muslim, no. 1211). Demikian dikatakan oleh As-Suyuthi ketika menyebutkan kaedah di atas dalam Al-Asybah wa An-Nazhair (hlm. 320).

Contoh Kaedah:
- Kalau seseorang mengerjakan shalat witir dengan memisahkan dua raka'at lalu satu raka'at, itu lebih utama daripada menyambungkannya. Karena saat itu niatnya bertambah, takbirnya bertambah, dan salamnya juga bertambah.
- Shalat dalam keadaan berdiri lebih utama daripada duduk. Shalat dalam keadaan duduk lebih utama daripada berbaring.
- Haji dan umrah dengan manasik sendiri-sendiri (ifrad) lebih utama daripada menggabungkannya dalam manasik qiran.

Yang Keluar dari Kaedah
- Qashar shalat pada saat safar lebih utama daripada mengerjakan secara tamam (sempurna).
- Shalat Dhuha dengan delapan raka'at lebih utama dari dua belas raka'at menurut sebagian ulama karena delapan raka'at lebih mencontoh perbuatan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
- Witir dengan tiga raka'at lebih afdhal daripada dengan lima, tujuh, atau sembilan raka'at menurut sebagian ulama.
- Membaca surat yang pendek (secara utuh) lebih utama daripada membaca sebagian surat walau panjang.
- Shalat sekali berjama'ah lebih utama daripada shalat sendirian walau shalat sendirian itu dilakukan hingga dua puluh lima kali.
- Shalat shubuh lebih utama daripada shalat lima waktu lainnya walaupun jumlah rakaatnya lebih sedikit.
- Shalat sunnah fajar (qabliyah shubuh) dengan ringkas lebih utama daripada shalat tersebut yang lama.
- Shalat 'ied lebih utama daripada shalat kusuf (gerhana) walaupun shalat gerhana lebih berat dan lebih banyak amalannya.
- Menggabungkan antara berkumur-kumur dan memasukkan air dalam hidung dengan tiga kali cidukan tangan lebih afdhal daripada memisah keduanya hingga terbuang enam kali cidukan.
- Memakan sedikit dari hasil qurban lalu disedekahkan yang tersisa lebih utama daripada menyedekahkan semuanya.

Contoh-contoh di atas diringkas dari bahasan As-Suyuthi dalam Al-Asybah wa An-Nazhair, hlm. 320-322. Dan contoh tersebut berarti kembali pada pemahaman As-Suyuthi yang bermadzhab Syafi'i. Semoga bermanfaat.


[Referensi: Al-Asybah wa An-Nazhair min Qawa'id wa Furu' Asy-Syafi'iyyah. Al-Imam Jalal Ad-Din 'Abdurrahman As-Suyuthi/ Muhammad Abduh Tuasikal]

Sumber: inilahcom

Amalan yang Sedikit tapi Mendulang Pahala Banyak

Amalan yang Sedikit tapi Mendulang Pahala Banyak

Amalan yang Sedikit tapi Mendulang Pahala Banyak

Amalan yang Sedikit tapi Mendulang Pahala Banyak

Amalan yang Sedikit tapi Mendulang Pahala Banyak

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya