0
Thumbs Up
Thumbs Down

Alasan Buruh Tolak UMP 2021 dan Ancaman Mogok Nasional

okezone
okezone - Fri, 30 Oct 2020 19:19
Dilihat: 49
Alasan Buruh Tolak UMP 2021 dan Ancaman Mogok Nasional

JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal berharap agar Gubernur sebagai pihak yang menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tidak mengikuti Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah terkait tidak ada kenaikan upah minimum.

"Buruh Indonesia menolak surat edaran Menteri Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa nilai upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020, atau dengan kata lain tidak naik. Karena itu, kami meminta kepada Gubernur tidak mengikuti surat edaran tersebut," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/10/2020).,

Argumentasi penolakannya bahwa buruh menilai bukan kali pertama Indonesia mengalami resesi ekonomi yang dikaitkan dengan kenaikan upah minimum. Pada 1998 misalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus di kisaran 17,6% sedangkan angka inflasi mendekati 78%.

Bahkan, Presiden Habibie memilih mengambil keputusan menaikkan upah minimum sebesar kurang lebih 16%

"Serikat buruh yang ada satu itu, bersama pemerintah dan organisasi pengusaha bersepakat untuk tidak menaikkan upah minimum di tengah resesesi. Tetapi memudian terjadi perlawanan yang keras dan masif dari buruh untuk menolak keputusan upah tidak naik tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Abaikan Menaker, UMP 2021 Jawa Tengah Naik 3,27%

Said melihat, pertumbuhan ekonomi dan inflasi saat ini lebih rendah dibandingkan tahun 1998. Di mana pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan minus 8% dan inflasi 3%. Dengan dasar tersebut, KSPI mengusulkan kenaikan upah minimum 2021 adalah 8%. Namun demikian, jika dirasa berat, bisa saja lebih rendah dari 8% "Misalnya 5% atau 7%, sesuai dengan kemampuan daerah dan jenis industri masing-masing," katanya.

Sementara bagi perusahaan yang tidak mampu menaikkan upah minimum, bisa saja tidak menaikkan upah minimum, sepanjang bisa membuktikan laporan keuangan perusahaan yang merugi.

Kalangan buruh menilai, saat ini masih banyak perusahan yang beroperasi seperti biasa. Jadi jangan dipukul rata bahwa semua perusahaan tidak mampu membayar kenaikan upah minimum.


Bahkan, Said Iqbal menyebut, pihaknya mendapat laporan dari anggota Dewan Pengupahan Nasional dari unsur serikat buruh yakni Mirah Sumirat, Ferry Nurzamli, dan Sunardi, bahwa tidak ada kesepakatan apapun dari Dewan Pengupahan Nasional yang menyatakan tidak ada kenaikan upah minimum di tahun 2021.

Sumber: okezone

Alasan Buruh Tolak UMP 2021 dan Ancaman Mogok Nasional

Alasan Buruh Tolak UMP 2021 dan Ancaman Mogok Nasional

Alasan Buruh Tolak UMP 2021 dan Ancaman Mogok Nasional

Alasan Buruh Tolak UMP 2021 dan Ancaman Mogok Nasional

Alasan Buruh Tolak UMP 2021 dan Ancaman Mogok Nasional

  
PARTNER KAMI
pijar
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya