0
Thumbs Up
Thumbs Down

Akui Kurang Fokus, Dinkes: Kami Akan Kunjungi Rumah Afwandri Setelah Lebaran Ini

covesia
covesia - Mon, 25 May 2020 17:44
Dilihat: 29
Akui Kurang Fokus, Dinkes: Kami Akan Kunjungi Rumah Afwandri Setelah Lebaran Ini

Covesia.com - Dinas Kesehatan Padang Pariaman secepatnya akan mendatangi rumah Afwandri, remaja 12 tahun asal Kampung Kandang, Nagari Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Afwandri ini, penderita penyakit Hidrosefalus yaitu kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak, dan hal itu semenjak lahir dideritanya. Bahkan saat ini kondisinya begitu menghawatirkan karena juga mengalami gangguan hati.

"Pasien itu sudah lama kami pantau, kami pun juga sudah mengusulkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ke Pemerintah Daerah (Pemda) Padang Pariaman," sebut Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Yutriadi Rivai saat dihubungi Covesia.com pada Senin (25/5/2020).

Lanjut Yutriadi, karena wabah Covid-19, sehingga akhir-akhir ini membuat pihaknya sedikit kurang fokus terhadap pasien atas nama Afwandri itu.

"Rencana setelah lebaran ini kami akan mengunjungi rumah yang bersangkutan, bersama bidang yang terkait untuk kelanjutan pengobatan," ungkapnya.

Yutriadi menyebutkan, terkait masalah BPJS, pihaknya sedikit kesulitan sebab yang bersangkutan ini memakai BPJS mandiri dan juga sudah banyak tunggakan.

"Tapi kami mencoba melarikan ke Baznas dalam membantu Afwandri ini," ujarnya.

Yutriadi mengakui, meski sejauh ini dari Pemkab Padang Pariaman hanya memberikan bantuan yang sederhana saja, seperti dari bantuan dari Baznas. Tapi setelah lebaran ini pihaknya akan mendatang kediam pasien tersebut untuk kelanjutan pengobatan.

Sebelumnya, Erni Ibu kandung Afrwandri saat dihubungi Covesia.com melalui telepon, pada Sabtu (23/5/2020) menyebutkan, bahwa sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah selain Baznas terkait pengobatan anaknya.

Setiap bulan ia harus membawa anak sulungnya itu untuk berobat. Dahulu sebelum 2014 ia memakai jamkesda, setelah diganti ke BPJS ia tidak bisa mengajukan ulang terpaksa ia ikut BPJS kelas tiga mandiri.

Orang tua Afrwandri yaitu ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya sebagai buruh harian lepas. Sehingga semakin lama biaya untuk membayar BPJS mandiri pun serasa sulit dibayarkan mereka.

Meski dengan keadaan seperti demikian, di masa pandemi ini mereka juga tidak mendapat BLT yang disalurkan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu.

Afwandri tentunya butuh pengobatan yang lebih baik. Uluran tangan tidak hanya dari dermawan dari pemerintahpun sangat dibutuhkannya.

Berita Terkait:Afwandri, Bocah Pengidap Hidrosefalus dan Gangguan Hati yang Terpinggirkan di Tengah Pandemik


(per/adi)

Sumber: covesia

Akui Kurang Fokus, Dinkes: Kami Akan Kunjungi Rumah Afwandri Setelah Lebaran Ini

Akui Kurang Fokus, Dinkes: Kami Akan Kunjungi Rumah Afwandri Setelah Lebaran Ini

Akui Kurang Fokus, Dinkes: Kami Akan Kunjungi Rumah Afwandri Setelah Lebaran Ini

Akui Kurang Fokus, Dinkes: Kami Akan Kunjungi Rumah Afwandri Setelah Lebaran Ini

Akui Kurang Fokus, Dinkes: Kami Akan Kunjungi Rumah Afwandri Setelah Lebaran Ini

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya