0
Thumbs Up
Thumbs Down

Aktivis Myanmar Kritik Konsensus ASEAN, Berjanji Lanjutkan Demonstrasi

okezone
okezone - Mon, 26 Apr 2021 10:27
Dilihat: 39
Aktivis Myanmar Kritik Konsensus ASEAN, Berjanji Lanjutkan Demonstrasi

JAKARTA - Aktivis pro-demokrasi Myanmar pada Minggu (25/4/2021) mengkritik tajam kesepakatan antara junta militer dengan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara untuk mengakhiri kudeta penuh kekerasan di negara itu. Mereka berjanji untuk melanjutkan protes antikudeta yang telah berlangsung sejak Februari.

Sejumlah protes digelar di kota-kota besar Myanmar pada Minggu, sehari setelah pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan Jenderal Senior Min Aung Hlaing di Jakarta mencapai konsensus untuk mengakhiri gejolak di Myanmar, tetapi tidak memberikan batas waktu.

BACA JUGA: Konsensus Pemimpin ASEAN, Myanmar Diminta Segera Hentikan Kekerasan

"Apakah itu ASEAN atau PBB, mereka hanya akan berbicara dari luar dengan mengatakan 'jangan melawan tapi negosiasikan dan selesaikan masalah'. Tapi itu tidak mencerminkan situasi dasar Myanmar," kata Khin Sandar dari kelompok protes yang disebut Komite Kolaborasi Pemogokan Umum sebagaimana dilansir Reuters.

"Kami akan melanjutkan protes," katanya kepada Reuters melalui telepon.

Menurut pernyataan ketua ASEAN Brunei, sebuah konsensus dicapai di Jakarta, berisi lima poin - mengakhiri kekerasan, dialog konstruktif di antara semua pihak, utusan khusus ASEAN, penerimaan bantuan, dan kunjungan utusan ke Myanmar.

Konsensus lima poin tidak menyebutkan tahanan politik, meskipun pada draf pernyataan yang diedarkan sehari sebelum KTT hal itu menjadi salah satu poin kesepakatan.

Namun, konsensus tersebut tampaknya tidak memuaskan para aktivis antikudeta di Myanmar, yang menyampaikan kritik dan ketidakpuasan mereka melalui media sosial.

BACA JUGA: ASEAN Leaders Meeting Digelar untuk Perdamaian Rakyat Myanmar

"Pernyataan ASEAN adalah tamparan di wajah orang-orang yang dianiaya, dibunuh, dan diteror oleh militer," kata seorang pengguna Facebook bernama Mawchi Tun. "Kami tidak membutuhkan bantuan Anda dengan pola pikir dan pendekatan itu."


Aaron Htwe, pengguna Facebook lainnya, menulis: "Siapa yang akan membayar harga untuk lebih dari 700 nyawa tak berdosa?"

Sumber: okezone

Aktivis Myanmar Kritik Konsensus ASEAN, Berjanji Lanjutkan Demonstrasi

Aktivis Myanmar Kritik Konsensus ASEAN, Berjanji Lanjutkan Demonstrasi

Aktivis Myanmar Kritik Konsensus ASEAN, Berjanji Lanjutkan Demonstrasi

Aktivis Myanmar Kritik Konsensus ASEAN, Berjanji Lanjutkan Demonstrasi

Aktivis Myanmar Kritik Konsensus ASEAN, Berjanji Lanjutkan Demonstrasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya