0
Thumbs Up
Thumbs Down

Aksi Jual Menghantui Pasar Modal, Ini yang Bisa Dilakukan Investor

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 12 Sep 2019 19:09
Dilihat: 22
Jakarta

Ditengah penguatan mayoritas indeks saham Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah ditutup terkoreksi 39,78 poin atau -0.62% ke level 6342.17 setelah sempat menguat 0,5% diawal sesi perdagangan.

Head of Research Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi menuturkan bila sektor aneka industri -2.03% dan Infrastruktur -1.37% menjadi penekan pergerakan hingga akhir sesi perdagangan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp310.18 miliar dengan saham BMRI, BBNI dan TBIG menjadi top net sell value meskipun rupiah terapresiasi sebesar 0.47% kelevel Rp13.994 per USD.

"IHSG membentuk pola dark cloud cover dengan potensi terkoreksi jangka pendek," ucapnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Baca Juga: IHSG Dibuka Hijau 0,27% di Awal Sesi I

Menurutnya, tekanan jual masih akan menghantui IHSG dengan support resistance 6.320-6.350. "Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya SMGR, INTP, HOKI, GGRM, BNGA dan RALS," imbuhnya.

Sebagai informasi, ekuitas asia ditutup menguat. Indeks Nikkei (+0.75%), TOPIX (+0.72%) dan Shanghai (+1.08%) menguat sedangkan HangSeng (-0.26%) turun. Tanda-tanda niat baik dalam perang perdagangan setelah Trump mengatakan ia akan menunda kenaikan tarif sekitar dua minggu dan mengikuti laporan PBOC yang mempertimbangkan impor pertanian AS. Trump mengatakan bahwa dia akan menaikkan kembali kenaikan tarif sebesar 5% pada impor Cina selama dua minggu, sementara Beijing mungkin mengizinkan perusahaan untuk melanjutkan pembelian produk pertanian AS.

Baca Juga: Dear Asing, Stop Dong Tarik Dana dari Bursa!

Dimana, bursa Eropa membuka perdagangan dengan bervariasi. Indeks Eurostoxx (+0.16%), FTSE (-0.01%) dan DAX (+0.12%) membuka perdagangan dengan terkonsolidasi menjelang pertemuan penting ECB dalam pembahasan stimulus lanjutan. di mana sebagian besar harapan para pembuat kebijakan untuk menurunkan suku bunga deposito dan memulai putaran baru stimulus moneter. Pound naik ketika investor menunggu tikungan berikutnya dalam saga Brexit.

Minyak berfluktuasi ketika Badan Energi Internasional memperingatkan OPEC bahwa mereka menghadapi surplus minyak mentah yang "menakutkan" pada tahun 2020. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,6% menjadi $ 55,41 per barel.

Langkah-langkah oleh China dan AS untuk meredakan ketegangan menjelang pembicaraan tatap muka di Washington dalam beberapa minggu mendatang membantu mendukung sentimen ketika para investor menunggu keputusan kebijakan moneter dari bank-bank sentral utama dunia.

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani


Foto: Sigid Kurniawan

Sumber: wartaekonomi

Aksi Jual Menghantui Pasar Modal, Ini yang Bisa Dilakukan Investor

Aksi Jual Menghantui Pasar Modal, Ini yang Bisa Dilakukan Investor

Aksi Jual Menghantui Pasar Modal, Ini yang Bisa Dilakukan Investor

Aksi Jual Menghantui Pasar Modal, Ini yang Bisa Dilakukan Investor

Aksi Jual Menghantui Pasar Modal, Ini yang Bisa Dilakukan Investor

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya