0
Thumbs Up
Thumbs Down

Aksi Bela Muslim Uighur, Peserta Aksi Rekomendasikan Pemda Tutup Tempat Maksiat di Kota Padang

covesia
covesia - Sun, 19 Jan 2020 15:31
Dilihat: 18
Aksi Bela Muslim Uighur, Peserta Aksi Rekomendasikan Pemda Tutup Tempat Maksiat di Kota Padang

Covesia.com - Umat Islam Sumatera Barat (Sumbar) melakukan aksi solidaritas peduli muslim Uighur di Padang, Minggu (19/1/2020). Wakil koordinator lapangan aksi Nofriko Abrimam mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian umat muslim di Sumbar dan Indonesia terhadap umat muslim di Uighur, China.

"Hari ini kita melihat bagaimana pemerintah China melakukan genosida bahkan dunia internasional pun seperti PBB sudah mengecam, tetapi entah apa alasannya pemerintah kita malu-malu untuk mengecamnya bahwa itu pelanggaran HAM berat," ujarnya.

Nofriko menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk reaksi dari masyarakat Sumbar atas tidak tegasnya pemerintah Republik Indonesia untuk mengecam aksi pembersihan etnis muslim Uighur di daratan China. "Jadi, ini adalah salah satu target dari aksi kita," ujarnya.

Selain dari Padang, massa aksi ini berasal dari beragam kabupaten atau kota di Sumbar, seperti Padang Panjang, Pasaman Barat, Payakumbuh, Tanah Datar, Pariaman, Padang Pariaman, dan Solok.

Berdasarkan pantauan Covesia.com, massa sudah berdatangan di titik kumpul aksi di halaman Masjid Nurul Iman Padang Sumbar sejak pagi. Massa yang datang ada orang dewasa, perempuan, anak-anak, dan remaja. Sebuah panggung acara juga didirikan di halaman masjid tersebut.

Berdasarkan pantauan Covesia.com, peserta aksi ada yang berseragam Pondok Pesantren Cahaya Islam Payakumbuh, Perguruan Islam Danul Muwahidin Panyalaian Tanah Datar, Laskar Mujahidin, Forum Masyarakat Anti Maksiat, dan sebagainya.

Para peserta aksi ada mengenakan ikat kepala bertuliskan "Peduli Uighur". Peserta aksi ada juga bendera hitam atau putih bertulisan kalimat tauhid. Peserta aksi ada juga membawa bendera berwarna biru dengan lambang bulan bintang berwarna putih. Mereka ada juga membawa spanduk peduli muslim Uighur.

Peserta aksi berangkat dari Masjid Nurul Imam menuju kawasan kampung Pondok, Kota Padang sekitar pukul setengah dua belas.

Mereka bergerak dari titik kumpul di Masjid Nurul Iman ke Jalan Imam Bonjol lalu ke Jalan Niaga. Kemudian peserta aksi bergerak ke Jalan Kampung Nias, Jalan Thamrin, untuk akhirnya kembali lagi ke Masjid Nurul Iman.

Saat longmarch berlangsung, para orator dari atas mobil komando meneriakkan agar pemerintah peduli dengan muslim Uighur. Para orator tersebut meneriakkan yel-yel, "Uighur! Uighur!" Lalu, dijawab oleh peserta aksi, "Bebaskan! Bebaskan!" Selain itu, para orator juga menyerukan agar para pengusaha di kawasan Kampung Pondok tersebut untuk tida membuka tempat usaha yang berbau maksiat.

Nofriko yang merupakan Komandan Laskar Mujahidin Provinsi Sumbar tersebut mengatakan bahwa kawasan Kampung Pondok sengaja dipilih sebagai tempat longmarch karena kawasan ini dikenal sebagai tempat "lokalisasi maksiat" di Kota Padang, seperti tempat judi, prostitusi, dan narkoba

"Kita ketahui beberapa waktu yang lewat, sudah ditertibkan oleh pemerintah daerah, cukong atau pemilik modal ini malah menentang balik," ujarnya.

Nofriko meminta agar para pengusaha untuk menutup tempat tersebut. Peserta aksi juga merekomendasikan tuntutan tersebut ke pemerintah daerah. "Jika mereka tidak merespon, maka umat akan bergerak dengan caranya masing-masing," ujarnya.

Bukan hanya di kawasan Kampung Pondok, peserta aksi juga meminta pemerintah daerah untuk menutup tempat maksiat yang ada di daerah lain di Kota Padang. "Kita minta Walikota Padang untuk menutup seluruh tempat maksiat yang tidak berizin, bahkan yang sudah berizin tapi tidak mematuhi peraturan yang dibuat oleh pemerintah, kita minta tutup," ujarnya.


(fkz/don)


Sumber: covesia

Aksi Bela Muslim Uighur, Peserta Aksi Rekomendasikan Pemda Tutup Tempat Maksiat di Kota Padang

Aksi Bela Muslim Uighur, Peserta Aksi Rekomendasikan Pemda Tutup Tempat Maksiat di Kota Padang

Aksi Bela Muslim Uighur, Peserta Aksi Rekomendasikan Pemda Tutup Tempat Maksiat di Kota Padang

Aksi Bela Muslim Uighur, Peserta Aksi Rekomendasikan Pemda Tutup Tempat Maksiat di Kota Padang

Aksi Bela Muslim Uighur, Peserta Aksi Rekomendasikan Pemda Tutup Tempat Maksiat di Kota Padang

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya