0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ahok Marah-Marah Bongkar Kebobrokan, Pertamina Butuh Superteam

okezone
okezone - Wed, 16 Sep 2020 16:59
Dilihat: 39
Ahok Marah-Marah Bongkar Kebobrokan, Pertamina Butuh Superteam

JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara terbuka mengungkapkan masalah yang ada di internal Pertamina. Di antaranya soal lobi-lobi jabatan direksi perseroan, utang, dan gaji direksi.

Sikap Ahok ini pun ditanggapi mitra kerja Pertamina, Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade, apa yang diungkapkan Ahok tidak elok. Pasalnya, komisaris dan direksi di BUMN paling tidak punya satu agenda dalam menyelesaikan kasus Pertamina.

Baca juga: Ahok Bongkar 7 Kebobrokan Pertamina, Ada Eks Direksi Tapi Tetap Digaji Rp100 Juta

Misalnya, menggelar rapat bersama, sehingga Ahok bisa mengoptimalkan pertemuan tersebut. Jadi tidak ada yang paling benar, paling bersih dan tidak pernah salah.

"Pertamina saat ini tidak butuh Superman, tetapi butuh Superteam yang bersama-sama memajukan perseroan dan industri migas Nasional," tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: 6 Kalimat Ahok soal Kebobrokan Pertamina yang Menohok

Lebih lanjut, soal statement Pertamina lebih suka beli blok Migas di Luar Negeri daripada eksplorasi dalam negeri. Menurutnya, harus ada nilai dasar untuk hal ini. Sebab faktanya banyak eksplorasi dalam negeri yang telah dilakukan Pertamina.

Dalam rangka menambah produksi di hulu, pada 2019 Pertamina melakukan pengeboran sekitar 240 sumur eksplorasi dan eksploitasi dengan 800 work over. Lebih dari 60% investasi di Pertamina adalah untuk Hulu Migas. Bahkan, untuk menambah cadangan, sepanjang tahun 2019 Pertamina melakukan studi seismic di 35 cekungan dengan panjang 31.114 km. Studi seismic yang dilakukan Pertamina ini merupakan studi seismic terpanjang di Asia Tenggara dalam waktu 10 tahun terakhir.

Baca juga: Ahok Usul Kementerian BUMN Dibubarkan, Apa Alasannya?

Hasil studi seismic sampai menjadi produksi memerlukan waktu paling cepat 7 tahun. Oleh sebab itu, untuk menambah produksi dan cadangan Hulu Migas saat ini diperlukan akuisisi blok hulu migas yang sudah berproduksi, sehingga bisa langsung menambah cadangan dan produksi migas Pertamina


"Akuisisi yang dilakukan oleh Pertamina di dalam negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah habis kontrak PSC-nya. Sedangkan akuisisi di luar negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah berproduksi dan memiliki cadangan yang besar," Jelas Andre.

Sumber: okezone

Ahok Marah-Marah Bongkar Kebobrokan, Pertamina Butuh Superteam

Ahok Marah-Marah Bongkar Kebobrokan, Pertamina Butuh Superteam

Ahok Marah-Marah Bongkar Kebobrokan, Pertamina Butuh Superteam

Ahok Marah-Marah Bongkar Kebobrokan, Pertamina Butuh Superteam

Ahok Marah-Marah Bongkar Kebobrokan, Pertamina Butuh Superteam

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya