0
Thumbs Up
Thumbs Down

6 Tips agar Anak Tidak Lemas saat Belajar Puasa

okezone
okezone - Thu, 29 Apr 2021 10:29
Dilihat: 46

Saat anak belajar puasa, maka orangtua harus mendukungnya dengan memberitahu nilai-nilai dari puasa itu sendiri. Jika si anak belum masuk masa pubertas, tidak boleh juga melarang dia ketika ingin makan karena belum masuk dalam kelompok wajib menjalankan ibadah puasa.

Ya, anak-anak yang sudah belajar puasa diharapkan siap menjalani puasa dari sahur hingga maghrib saat baliq nantinya. Menjadi persoalan sekarang adalah banyak anak-anak yang saat berpuasa mengeluh lemas.

Apakah ada solusi untuk mengatasi keluhan tersebut?

1. Pastikan jam tidur anak tercukupi


Jadwal tidur anak akan terganggu jika dia belajar puasa. Hal ini karena adanya waktu makan sahur di tengah malam yang biasanya di waktu tersebut si anak masih terlelap.

Supaya tidak menganggu jam tidurnya, menurut Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital, dr Desy Dewi Saraswati, Sp.A, usahakan si anak tidur jam 8 malam.

"Coba ajak si anak tidur lebih awal, jika biasanya jam 9 malam, saat Ramadhan seperti sekarang ini minta ke si anak tidur jam 8 malam. Waktu tidur yang lebih awal membuat anak akan lebih mudah bangun saat sahur dan tidak membuatnya lemas di pagi harinya," terang dr Desy dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, belum lama ini.

Baca Juga : 5 Kemiripan Gaya Novita Condro dengan Vegen Acni, Istri dan Mantan Kapten Vincent Raditya

Baca Juga : 3 Tas Vegen Acni Mirip Novita Condro, Selera Mantan dan Istri Vincent Raditya Ternyata Sama!

2. Bangunin sahur jangan terlalu pagi


Kalau menurut Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Ayi Dilla Septarini, Sp.A, di waktu sahur, orangtua jangan bangunkan anak terlalu pagi. "Ya, sebisa mungkin si anak banguninnya di 30 menit menjelang Imsak saja. Ini pun akan membantu si anak tetap mendapatkan jam tidur yang cukup dan tidak membuatnya gusar saat sahur," tambahnya.

3. Sahur jangan makan sembarangan

Supaya si anak kuat belajar puasa, usahakan orangtua untuk memberikan makanan saat sahur berupa makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah. "Makanan jenis ini dapat mempertahankan kadar gula darah lebih lama, artinya rasa kenyangnya lebih lama," ungkap dr Ayi.

Contoh makanan dengan IG rendah adalah beras merah, ubi, kacang hijau, roti gandum, apel, jeruk, pisang, dan oatmeal.


"Selain itu, anak juga butuh asupan protein hewani atau nabati, lemak, dan serat sehingga dapat mempertahankan rasa kenyangnya lebih lama. Jangan lupa juga minum air putih yang cukup, ya," sambungnya.

Sumber: okezone

6 Tips agar Anak Tidak Lemas saat Belajar Puasa

6 Tips agar Anak Tidak Lemas saat Belajar Puasa

6 Tips agar Anak Tidak Lemas saat Belajar Puasa

6 Tips agar Anak Tidak Lemas saat Belajar Puasa

6 Tips agar Anak Tidak Lemas saat Belajar Puasa

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya