0
Thumbs Up
Thumbs Down

5 Kader PDIP Selingkuh di Pilkada, Nasibnya Berujung Tragis

wartaekonomi
wartaekonomi - Sat, 24 Oct 2020 14:10
Dilihat: 39
Semarang

Sebanyak lima kader PDIP di Jawa Tengah dipecat karena melakukan pelanggaran berat. Kelima kader yang membangkang di Pilkada 2020 ini berasal dari Kabupaten Semarang, Blora, Demak, dan Klaten.

Di antaranya adalah Bupati Semarang Mundjirin dan anaknya Biena Munawa Hatta (Kabupaten Semarang), Dwi Astutiningsih (Blora), Mugiyono (Demak), dan Harjanta (Klaten). Surat pemecatan diteken langsung oleh pengurus DPP PDIP.

"Mereka dinilai tidak tegak lurus terhadap rekomendasi partai saat Pilkada," kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Kusriyanto, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Hasto PDIP Tembakkan Peluru Panas ke Kabinet Jokowi: Stop Pencitraan untuk 2024

Dia menambahkan, para kader tersebut dipecat karena maju pilkada melawan pasangan calon (paslon) yang diusung PDIP. Sementara dua di antaranya mendukung anggota keluarga sebagai Calon Bupati dari partai lain.

Baca Juga: Bantah Pemerintah Represif, PDIP Kasih Bukti: Rocky Gerung Caci Maki Presiden Gak Dipenjara

Bupati Semarang Mundjirin dinilai mendukung istrinya, Bintang Narsasi maju di Pilkada Kabupaten Semarang. Begitu juga anaknya Biena Munawa Hatta, yang tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang dari PDIP. Padahal PDIP secara resmi mengusung paslon Ngesti Nugraha-Basari (Ngebas) di Pilkada Kabupaten Semarang.

Sementara Dwi Astutiningsih yang duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Blora, dipecat karena maju Pilkada Blora melalui Partai Demokrat. Dia mencalonkan diri sebagai bupati, padahal PDIP telah mengusung Arief Rohman-Tri Yulisetyowati.

Mugiyono yang menjadi anggota DPRD Jateng, memilih maju sebagai Calon Bupati Demak menggandeng Badarudin Ma'shum (Gus Bad). Mugiyono nekat menyeberang ke Gerindra setelah PDIP memberikan rekomendasi ke Eistianah-Ali Makhsun.

Nasib sama menimpa Harjanta yang menjabat Wakil Ketua DPC PDIP Klaten dianggap membangkang oleh DPP PDIP. Dia sebagai Calon Wakil Bupati pada Pilkada 2020 melalui parpol lain. Dia tak patuh pada rekomendasi PDIP, yang memilih mengusung Sri Mulyani-Yoga Hardaya.

"Mereka melanggar disiplin partai dan tidak mengawal rekomendasi pada Pilkada. Malah maju dari partai lain," lugas Ketua DPRD Jateng tersebut.

Penulis: Redaksi

Editor: Vicky Fadil


Foto: Wahyu Putro A

Sumber: wartaekonomi

5 Kader PDIP Selingkuh di Pilkada, Nasibnya Berujung Tragis

5 Kader PDIP Selingkuh di Pilkada, Nasibnya Berujung Tragis

5 Kader PDIP Selingkuh di Pilkada, Nasibnya Berujung Tragis

5 Kader PDIP Selingkuh di Pilkada, Nasibnya Berujung Tragis

5 Kader PDIP Selingkuh di Pilkada, Nasibnya Berujung Tragis

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya