0
Thumbs Up
Thumbs Down

5 Fakta Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp6.000 Triliun

okezone
okezone - Wed, 15 Sep 2021 18:20
Dilihat: 61
5 Fakta Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp6.000 Triliun

JAKARTA - Utang Indonesia tercatat selalu bertambah. Apalagi di tengah pandemi virus corona.

Pada akhir Juli 2021, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD415,7 miliar atau setara Rp5.944,5 triliun (kurs Rp14.300 per USD).

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait utang Indonesia, Rabu (15/9/2021):

1. Utang RI Hampir Rp6.000 Triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD415,7 miliar atau setara Rp5.944,5 triliun (kurs Rp14.300 per USD) pada akhir Juli 2021.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Lagi Nyaris Rp6.000 Triliun

Posisi ULN ini tumbuh 1,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,0% (yoy). Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN Pemerintah.

2. Penyebab Utang RI

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, ULN Pemerintah tumbuh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN Pemerintah di bulan Juli 2021 mencapai USD205,9 miliar atau tumbuh 3,5% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Juni 2021 sebesar 4,3% (yoy).

"Perkembangan ini disebabkan oleh penurunan posisi Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan pembayaran neto pinjaman bilateral, di tengah penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan dampak pandemi Covid-19, dengan tetap menjaga kredibilitas Pemerintah dalam pengelolaan ULN melalui pelunasan pokok pinjaman yang jatuh tempo," kata Erwin.

Baca Juga: Modus Bayar Utang Rp900 Juta, Pria Ini Malah Hendak Bunuh Korbannya

3. Penerbitan SBN

Pemerintah juga menerbitkan SBN dalam dua mata uang asing (dual-currency) yaitu dolar AS dan Euro pada bulan Juli 2021 untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.


Penerbitan SBN valuta asing tersebut memanfaatkan momentum sentimen positif investor yang kuat dan kondusifnya pasar keuangan AS. Pemerintah terus berkomitmen mengelola ULN Pemerintah secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang antara lain mencakup sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,8% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,2%), sektor jasa pendidikan (16,4%), sektor konstruksi (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (12,6%).

Sumber: okezone

5 Fakta Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp6.000 Triliun

5 Fakta Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp6.000 Triliun

5 Fakta Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp6.000 Triliun

5 Fakta Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp6.000 Triliun

5 Fakta Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp6.000 Triliun

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya