0
Thumbs Up
Thumbs Down

467 Kontainer Limbah Impor di Batam Proses Reekspor

Republika Online
Republika Online - Wed, 18 Sep 2019 22:28
Dilihat: 22
467 Kontainer Limbah Impor di Batam Proses Reekspor

JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI menyatakan sebanyak 467 kontainer yang berisi limbah impor di Batam, Kepulauan Riau, masih dalam proses reekspor ke negara asalnya. KLHK terus berkoordinasi dengan Bea dan Cukai untuk menyelesaikan ratusan kontainer lainnya yang berisi limbah impor.

"Dari 65 yang diperiksa, 49 kontainer di antaranya sudah reekspor sementara sisanya dalam proses," kata Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dan Limbah non B3 KLHK, Ahmad Gunawan Widjaksono di Jakarta, Rabu (18/9).

Penyelesaian dengan cepa ini karena adanya kekhawatiran dapat mencemari lingkungan bila tidak ditangani dengan baik. Achmad mengatakan KLHK juga tidak bisa memastikan kapan ratusan kontainer tersebut direekspor ke negara asalnya karena harus berkoordinasi dengan Bea dan Cukai.

"Saya kurang tau pasti tapi itu kewenangannya teman-teman Bea Cukai bukan KLHK," ujar dia.

Menurut Ahcmad, para importir di Tanah Air yang masih tergantung dengan limbah impor sebagai bahan baku, sebaiknya memanfaatkan bank sampah yang ada. Karena, selain menguntungkan masyarakat lokal, peredaran limbah B3 juga dapat diantisipasi dengan mudah.

"Harusnya memaksimalkan sampah yang ada di dalam negeri sebagai contoh bank sampah," katanya.

Terkait target zero impor sampah dari luar negeri, Achmad menilai hal itu akan sulit dicapai dalam waktu singkat. Namun, tidak tertutup kemungkinan apabila importir Tanah Air mampu mandiri dan tidak tergantung dengan negara lain.

Ia menambahkan selama periode April hingga Agustus 2019, KLHK menemukan 318 kontainer berisi sisa material plastik tercampur limbah B3. "Total ada 882 kontainer berisi skrap plastik dan skrap kertas, namun baru 772 yang diperiksa dan 318 di antaranya mengadung limbah B3," katanya.

Sebanyak 318 kontainer berisi sisa material plastik tercampur limbah B3 tersebut harus segera direekspor pemerintah ke negara asalnya agar tidak menjadi masalah bagi lingkungan. Ratusan kontainer berisi sampah plastik yang sudah terkontaminasi limbah B3 tersebut diamankan petugas dari berbagai daerah yaitu Pelabuhan Batu Ampar, Batam sebanyak 186 kontainer dan di Kawasan Berikat Banten 132 kontainer.


Berita Terkait
  • KLHK Temukan 318 Kontainer Plastik Mengandung Limbah B3
  • Sinergi Bea Cukai Kembalikan Impor Sampah ke Negara Asal
  • Siswa SLBN Depok Komitmen Kurangi Sampah Plastik
Berita Lainnya
  • IHSG Pekan Ini Berpeluang Menguat
  • Yuda Bustara Bagi Resep Saus Sambal Rumahan

467 Kontainer Limbah Impor di Batam Proses Reekspor

467 Kontainer Limbah Impor di Batam Proses Reekspor

467 Kontainer Limbah Impor di Batam Proses Reekspor

467 Kontainer Limbah Impor di Batam Proses Reekspor

467 Kontainer Limbah Impor di Batam Proses Reekspor

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya