0
Thumbs Up
Thumbs Down

4 Fakta Satu Keluarga di Sigi Tewas Dibunuh Kelompok MIT Poso

okezone
okezone - Sun, 29 Nov 2020 07:34
Dilihat: 44
4 Fakta Satu Keluarga di Sigi Tewas Dibunuh Kelompok MIT Poso

JAKARTA - Publik dikagetkan dengan kasus pembunuhan satu keluarga di di Desa Lemba Tonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada 27 November 2020.

Berdasarkan penyelidikan sementara oleh pihak kepolisian, terduga pelaku merupakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Okezone akan merangkum deretan fakta yang terjadi dalam kasus pembunuhan tersebut, sebagai berikut:

1. Pelaku Diduga Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa dari dugaan sementara peristiwa pembunuhan satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"Diduga kelompok mereka (MIT)," kata Argo saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Sebelum melakukan pembunuhan, kelompok tersebut sempat melakukan pembakaran ke salah satu rumah milik warga.

Ali Kalora sendiri merupakan seorang militan islam Indonesia dan merupakan pemimpin MIT menggantikan Santoso. Ia merupakan salah satu terduga teroris yang diburu polisi.

2. Korban Berjumlah 4 Orang

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto membenarkan, pembunuhan terhadap satu keluarga di Sigi Sulteng.

Korban berjumlah 4 orang yang merupakan satu keluarga. Mereka adalah Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa, Jana alias Naka dan Pedi.

Baca juga: Anggota DPR Minta Polri Gerak Cepat Usut Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Sulteng

"Keempat korban merupakan satu keluarga yang meninggal dunia akibat dianiaya oleh para pelaku dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora. Sementara Ney istri Yata masih dalam keadaan hidup," kata Kombes Pol Didik Supranoto yang dihubungi MNC Media, Sabtu.

3. Satgas Tinombala Buru Pelaku

Satgas Tinombala TNI-Polri melakukan perburuan terhadap kelompok (MIT) pimpinan Ali Kalora pasca-pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah.

"Personel yang tergabung dalam Tinombala masih melakukan pengejaran dari para pelaku," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu.

4. Saksi Sebut Pelaku Bawa Sejata

Polisi memeriksa lima orang saksi terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah.

"Ada 5 saksi yang diinterogasi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada awak media, Jakarta, Sabtu.

Dari lima saksi itu, dikatakan Awi, mereka menyakini ada 10 pelaku yang melakukan perbuatan keji itu sembari membawa senjata api (senpi).

Bahkan, Awi menyebut, para saksi mengatakan tiga orang di antaranya merupakan DPO kelompok MIT.


"5 saksi yang diiterogasi tadi menyatakan bahwa pelaku kurang lebih 10 OTK, 3 orang bawa senpi (laras panjang 1 dan 2 senpi genggam). Saksi setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, meyakini identitas 3 orang OTK tersebut adalah teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora," ujar Awi.

Sumber: okezone

4 Fakta Satu Keluarga di Sigi Tewas Dibunuh Kelompok MIT Poso

4 Fakta Satu Keluarga di Sigi Tewas Dibunuh Kelompok MIT Poso

4 Fakta Satu Keluarga di Sigi Tewas Dibunuh Kelompok MIT Poso

4 Fakta Satu Keluarga di Sigi Tewas Dibunuh Kelompok MIT Poso

4 Fakta Satu Keluarga di Sigi Tewas Dibunuh Kelompok MIT Poso

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya