0
Thumbs Up
Thumbs Down

3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat

Republika Online
Republika Online - Sat, 16 Nov 2019 19:15
Dilihat: 36
3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat

JAKARTA- Hidup adalah mencari kemuliaan baik di dunia atau akhirat. Rasulullah SAW mengajari kita tiga macam kemuliaan, yaitu sikap rela memaafkan, rendah hati (tawaduk), dan memberi tanpa pamrih. Dan, ketiga sikap tersebut bersumber pada luasnya limpahan rasa kasih sayang beliau pada umatnya.

Rasulullah SAW memaafkan bukan karena terpaksa atau karena tidak mampu membalas, tapi karena kasih sayang dan keikhlasan yang sempurna. Menurut Imam al-Ghazali memaafkan yang hakiki adalah bahwa seseorang itu memiliki hak untuk membalas, meng-qishas, menuntut, atau menagih dari seseorang yang tertentu, tapi hak yang dimilikinya tersebut dilenyapkan atau digugurkan sendiri, sekalipun ia berkuasa untuk mengambil haknya itu.

Sikap rela memaafkan yang beliau contohkan bukan pula karena adanya paksaan dari orang lain, atau adanya pertimbangan keuntungan yang akan diperoleh, namun semata-mata dilakukan untuk mendapatkan rida Allah SWT.

Dalam suatu kesempatan Rasulullah SAW berpesan kepada para sahabatnya, "Rendah hati (tawaduk) itu tidak menambah seseorang melainkan ketinggian. Karena itu bertawadhulah, pasti Allah akan meninggikan derajatmu. Memberi pengampunan itu tidak menambah seseorang, melainkan kemuliaan. Karena itu, berilah pengampunan, pasti Allah akan memuliakan kamu semua. Bersedekah itu tidak mempengaruhi harta seseorang, melainkan akan semakin banyak jumlahnya. Karena itu bersedekahlah, pasti Allah akan memberikan kasih sayang-Nya pada kalian semua." (Diriwayatkan ad-Dailami dan Ashfihani).

Diungkapkan pula, "Seutama-utamanya akhlak dunia dan akhirat adalah agar engkau menghubungkan tali silaturahim dengan orang yang memutuskan silaturahmi denganmu, memberi sesuatu kepada orang yang menghalang-halangi pemberian padamu, serta memberi maaf kepada orang yang menganiaya dirimu" (Diriwayatkan oleh Thabrani, Baihaqi, dan Ibnu Abi ad-Dunya).

Dalam situasi zaman yang serba tak menentu ini-di mana individualisme, lunturnya kepedulian sosial, kesenjangan sosial, juga dendam yang diperturutkan-nilai moral yang dicontohkan Rasulullah tersebut layak dihidupkan kembali, minimal dalam kehidupan pribadi, keluarga, hubungan kerja, ataupun masyarakat sekitar.

Walau terlihat sepele, namun dampak yang ditimbulkannya akan sangat besar. Tentang hal ini, Gerald Jampolsky mengatakan, Kekuatan cinta dan kasih sayang serta sikap rela memaafkan dapat membuahkan keajaiban-keajaiban dalam hidup.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
    • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

    3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat

    3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat

    3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat

    3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat

    3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    inilahcom
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya