0
Thumbs Up
Thumbs Down

253 Ribu Wisman Tinggalkan Bali

Nusabali
Nusabali - Mon, 30 Mar 2020 06:21
Dilihat: 22
253 Ribu Wisman Tinggalkan Bali
Sementara, untuk wisatawan yang masuk melalui jalur yang sama tercatat 169 ribu jiwa. Humas Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Bali I Putu Surya Dharma, menerangkan, periode 1 - 26 Maret 2020 tercatat ada 253.952 wisatawan yang meninggalkan Pulau Dewata. Mereka meninggalkan Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kecamatan Kuta, Badung dengan total 253.550 jiwa dan Pelabuhan Benoa sebanyak 402 jiwa. "Untuk negara tertinggi yang meninggalkan Bali yakni Australia (61.783 jiwa), Rusia (16.133 jiwa), dan Amerika Serikat (14.689 jiwa)," kata Surya Dharma, Minggu (29/3).

Meski banyak wisatawan yang meninggalkan Bali, dalam pencatatan pada periode yang sama pula ada 169.074 yang masuk ke Pulau Dewata. Tiga negara teratas yakni Australia menyumbang 40.798 wisatawan, Rusia 11.843 wisatawan, dan Amerika Serikat 11.551 wisatawan.

"Yang dominan memang tiga negara tersebut, baik yang meninggalkan Bali maupun yang datang ke Bali dalam sebulan terakhir. Mereka juga masuk melalui dua jalur, yakni udara dan laut. Tapi, yang dominan itu lewat udara," tutur Surya Dharma.

Sementara itu, Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai mencatat ada 131 wisatawan dari 43 negara yang ditolak masuk Pulau Dewata melalui Bandara Ngurah Rai. Penolakan itu karena mereka memiliki riwayat bepergian ke negara yang masuk dalam daftar larang oleh pemerintah Indonesia.

Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali I Putu Surya Dharma, menerangkan dari 5 Februari hingga 26 Maret 2020, pihaknya sudah menolak 131 wisatawan yang hendak berlibur ke Bali. Wisatawan yang ditolak itu karena memiliki riwayat berkunjung ke wilayah yang sudah masuk dalam daftar larang PermenkumHAM Nomor 3, 7, dan 8 Tahun 2020. "Kalau untuk yang 131 orang itu kita tolak karena dasarnya PermenkumHAM itu. Mereka memiliki riwayat perjalanan ke negara yang sudah dilarang seperti China dan sejumlah wilayah di Iran, Italia, dan Korea Selatan," kata Surya Dharma, Sabtu (28/3) siang.

Menurut Surya Dharma, untuk wisatawan yang paling banyak ditolak dari tiga negara yakni Amerika (14), Rusia (14), Ukraina (11). Wisatawan ini langsung dipulangkan ke negara asal mereka menggunakan penerbangan yang sama. Penolakan terhadap wisatawan itu murni untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus Corona. "Mereka memiliki riwayat 14 hari perjalanan dari dan ke wilayah yang dilarang itu," imbuhnya.

Penolakan diperkirakan masih terus bertambah. Hal ini dikarenakan saat ini pemerintah Indonesia sudah menerapkan penolakan terhadap wisatawan mancanegara yang menggunakan bebas visa dan visa on arrival (VoA). Sehingga, dipastikan sejumlah wisatawan yang ditolak terus terjadi. "Sesuai dengan peraturan pemerintah yang mulai diberlakukan pada 20 Maret, bahwa wisatawan yang bebas visa dan VoA juga sudah dilarang. Jadi akan terus bertambah ke depannya," ucap Surya Dharma. *dar
Sumber: Nusabali

253 Ribu Wisman Tinggalkan Bali

253 Ribu Wisman Tinggalkan Bali

253 Ribu Wisman Tinggalkan Bali

253 Ribu Wisman Tinggalkan Bali

253 Ribu Wisman Tinggalkan Bali

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya