0
Thumbs Up
Thumbs Down

10 Fakta UU Cipta Kerja di Mata Pengusaha

okezone
okezone - Sun, 18 Oct 2020 07:32
Dilihat: 42
10 Fakta UU Cipta Kerja di Mata Pengusaha

JAKARTA - Empat orang perwakilan asosiasi pengusaha angkat bicara soal Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Mengingat UU Cipta Kerja ini mendapatkan penolakan dari beberapa masyarakat khususnya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Keempat orang itu ialah Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Iwan Setiawan Lukminto, dan Bendahara Umum BPP Hipmi Eka Sastra.

Ada beberapa fakta menarik dari penjelasan pengusaha tentang UU Cipta Kerja. Berikut beberapa fakta menarik tentang UU Cipta Kerja yang dirangkum Okezone, Minggu (18/10/2020):

Baca juga: Ngebut, Aturan Turunan UU Cipta Kerja Klaster Pertanahan Sudah 90%

1. Meningkatkan Investasi hingga 7%

Menurut Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani , kehadiran UU Ciptaker diyakini mendorong peningkatan investasi hingga 6,6-7% untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting. Pada akhirnya, hal itu dapat mengakomodir pengangguran di Indonesia untuk memperoleh lapangan pekerjaan.

Apalagi, pandemi virus Corona (COVID-19) ini berpotensi menimbulkan PHK bagi 5-6 juta pekerja. Belum lagi angkatan baru setiap tahunnya bertambah 2-3 juta orang. Bahkan, sebelum itu semua ada tambahan 8 juta orang yang setengah menganggur.

Selain itu, lanjut dia, UU ini dapat mendukung program pemberdayaan UMKM dan Koperasi agar peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65% dan peningkatan kontribusi Koperasi terhadap PDB menjadi 5,5%.

2. Asal-usul Pembuatan UU Cipta Kerja

Salah satu tujuan dari adanya UU Cipta Kerja adalah menarik investasi sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, pemerintah pun melakukan cara untuk memangkas yang menjadi penghambat.

Salah satu yang menjadi masalah klasik adalah terkait perizinan. Roh dari UU Cipta Kerja ini memang untuk mempermudah proses perizinan yang selama ini terlalu berbelit.

Dengan pemangkasan perizinan ini, maka produktifitas dunia usaha bisa meningkat. Hal ini juga sangat baik untuk meningkatkan iklim berusaha karena kemudahan untuk berusaha semakin mudah (EODB).

Tak hanya itu, UU Cipta Kerja juga dibuat untuk meningkatkan produktifitas para pekerja. Mengingat saat ini, produktifitas masih sangat rendah jika dibandingkan beberapa negara di dunia.


Tak hanya itu, pembentukan UU Cipta Kerja ini juga menyusul keinginan pemerintah untuk membuka seluas-luasnya industri yang ingin masuk ke Indonesia. Karena sebelum adanya UU Cipta Kerja ini, Indonesia menjadi salah satu yang tertutup

Sumber: okezone

10 Fakta UU Cipta Kerja di Mata Pengusaha

10 Fakta UU Cipta Kerja di Mata Pengusaha

10 Fakta UU Cipta Kerja di Mata Pengusaha

10 Fakta UU Cipta Kerja di Mata Pengusaha

10 Fakta UU Cipta Kerja di Mata Pengusaha

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya